Pages

Pages - Menu

Jumat, 14 November 2014

5 Nutrisi Penting Yang Dibutuhkan Balita


balita

Kebutuhan nutrisi balita tentu saja penting untuk diperhatikan agar kesehatannya tetap terjaga. Tanpa nutrisi yang cukup, maka mereka akan berada dalam risiko kekurangan gizi yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan mereka. Oleh sebab itu, anda sebagai orang tua harus benar-benar memperhatikan asupan gizi mereka. Lantas, nutrisi apa saja yang menjadi prioritas kebutuhan anak-anak anda?

Nutrisi-Nutrisi Penting Untuk Balita

Ada beberapa nutrisi yang penting untuk diasup para balita agar pertumbuhan dan perkembangan otak dapat berjalan dengan baik, diantaranya adalah :
1. Kalium
Dilansir laman Fox News (30/9), menurut ahli diet sarah Krieger, Kalium adalah nutrisi penting yang dapat mengontrol tekanan darah. Namun sayangnya, kebanyakan anak-anak tidak mendapatkan nutrisi ini, terutama pada mereka yang berisiko obesitas atau kelebihan berat badan.
Sebagian besa sayuran dan buah-buahan mengandung kalium, di mana sumber terbaiknya bisa didapatkan pada pisang, kentang, kacang polong, brokoli, semangka, stroberi, dan melon.
2. DHA
Menurut dokter anak Dr. Scott Cohen, DHA merupakan elemen penting untuk perkembangan otak anak. Namun demikian rata-rata para balita hanya mendapatkan asam lemak omega-3 ini sekitar 25 persen dari yang disarankan. Otak akan tumbuh pesat selama 3 tahun pertama kehidupan, dan DHA mampu membantunya. Bahkan DHA mungkin bisa membantu mengatasi alergi dan pilek, serta membantu tidur anak anda jadi lebih baik. Adapun sumber makanan untuk mendapatkan DHA adalah telur, ikan, dan susu.
3. Kalsium
Dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tulang, gigi, dan otot, kalsium adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan balita. Kalsium bisa ditemukan pada makanan seperti susu, keju, yogourt, saus apel, sereal, dan sebagainya.
4. Zat besi
Zat besi adalah mineral penting yang berperan dalam membuat hemoglobin, bagian dari sel darah merah yang memasok oksigen dari paru ke jaringan tubuh. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia. Salah satu alasan utama mengapa anak anda tidak cukup mengasup zat besi adalah karena mereka terlalu banyak minum susu kalsium yang pada akhirnya mengalahkan asupan zat besi.
Solusinya adalah membatasi konsumsi susu hanya dua cangkir sehari. Selain itu cobalah untuk memberikan anak anda sereal yang mempunyai nilai harian hingga 90 persen dari zat besi. Sumber lainnya dari zat besi adalah ayam, telur, roti, dan daging sapi tanpa lemak.
5. Serat
Mendapatkan serat yang cukup adalah bagian dari diet yang sehat. Serat sangat penting dipenuhi terutama bagi balita yang sering sembelit. Berikan anak anda makanan-makanan yang kaya akan serat terutama buah-buahan dan sayuran. Anda juga bisa menambahkan oatmeal untuk mendapatkan dorongan ekstra serat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar